106 Item Harga Obat Generik Diturunkan - myzone.okezone.com
Close [x]

Daftar

106 Item Harga Obat Generik Diturunkan

Posted by feri on Feb 10, 2010 | 0 comments

JAKARTA - Untuk mempercepat pencapaian target Millenium Development Goals (MDGs) sebagaimana dalam program 100 Hari Kementerian Kesehatan harus didukung oleh akses obat yang aman, berkhasiat, bermutu serta terjamin dalam jenis dan jumlah sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan.

Kondisi faktual di lapangan menunjukkan lebih dari 80 item obat generik tidak tersedia di pasar, sehingga terjadi kekosongan obat di unit unit pelayanan kesehatan, terutama di kab/kota di Indonesia Timur dan NAD. Sebagian besar obat generik yang tidak tersedia di pasar adalah obat “fast moving” dan “life saving” sehingga sangat memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan. Obat generik yang tidak tersedia di pasar utamanya obat dalam bentuk sediaan injeksi, sirup dan sediaan cairan infus disebabkan biaya distribusi yang tinggi terutama untuk wilayah Indonesia Tengah dan Timur.

Untuk menjamin ketersediaan obat secara merata di seluruh wilayah Indonesia, telah dilakukan penilaian kembali dan rasionalisasi Harga Obat generik serta penetapan harga terhadap 453 item obat generik oleh Tim Evaluasi, yang meliputi penurunan harga terhadap 106 item, penyesuaian harga terhadap 33 item, sisanya 314 item dengan harga tetap. Dengan demikian hanya 7% obat generik yang mengalami kenaikan harga dibanding terhadap total 453 item obat generik.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan No.HK.03.01/Menkes/146 /I/2010 tanggal 27 Januari 2010 tentang Harga Obat Generik. Pabrik obat dan/atau Pedagang Besar Farmasi dalam menyalurkan obat generik kepada Pemerintah, rumah sakit, apotek, dan sarana pelayanan kesehatan lainnya harus menggunakan harga netto apotek (HNA) + PPN sebagai harga patokan tertinggi.

Mengingat bahwa lebih dari 98% industri farmasi berada di Pulau Jawa dan hanya beberapa ada di Sumatera (Palembang dan Medan), maka dalam rangka menjamin ketersediaan dan pemerataan obat generik di seluruh wilayah NKRI, pabrik obat dan atau pedagang besar farmasi dalam menyalurkan obat generik kepada Pemerintah, rumah sakit, apotek dan sarana kesehatan lainnya dapat menambahkan biaya distribusi maksimum 5% untuk Regional-II, 10% untuk Regional-III dan 20% untuk Regional IV dari HNA + PPN.

Regional I meliputi Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Lampung dan Banten. Regional II meliputi Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung dan Nusa Tenggara Barat.

Regional III meliputi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan Gorontalo. Regional IV meliputi Provinsi Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Apotek, rumah sakit dan sarana pelayanan kesehatan lainnya yang melayani penyerahan obat generik harus menggunakan harga eceran tertinggi (HET) sebagai harga patokan tertinggi dan dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan.

Jenis obat generik yang ditetapkan harganya dalam keputusan ini meliputi 453 item. Sebagai contoh, ACT (Artesunate tablet 50 mg + Amocliaquine anhydrida tablet 200 mg kemasan 2 blister @ 12 tablet/kotak harga HNA + PPN sebesar Rp33.000, sedangkan harga HET adalah Rp41.250.

Aluminium Hidroksida 200 mg, Magnesium Hidroksida 200 mg, kemasan btl 1000 tablet kunyah HNA+PPN sebesar Rp30.530, HETnya Rp38.163. Antasida DOEN 1 tablet kunyah, kombinasi: Aluminium Hidroksida 200 mg, Magnesium Hidroksida 200 mg, kotak 10x10 tablet kunyah harga HNA+PPN sebesar Rp9,117, sedangkan HETnya Rp11.396. Antimigren: Ergotamin Tartrat 1 mg + Kofein 50 mg kemasan btl 100 tablet harga HNA+PPN Rp10.280 dan HET sebesar Rp12.850. Diazepam tablet 2 mg, kemasan btl 1000 tablet harga HNA+PPN sebesar Rp19.800 dan HETnya sebesar Rp24.750.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id, info@puskom.depkes.go.id, kontak@puskom.depkes.go.id.  

Drg. Tritarayati
Kepala Pusat Komunikasi Publik
NIP 195610091983012001

Your Response