Bergandeng Tangan Melawan Terorisme
Posted by Wawan_Budayawan on Apr 01, 2011 | 0 comments
Kendati satu persatu gembong teroris ditumpas dan ditangkap Densus 88 Antiteror, kelompok Abdullah Sonata tetap menjaga irama eksistensinya dengan melancarkan aksi teror di tanah air. Salah satunya dengan bom buku. ”Kelompok Abdullah Sonata berusaha menjaga irama terhadap anggota mereka yang ditangkap dan anggota mereka yang sedang dikejar.
Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka eksis. Untuk ke publik, mereka ingin menunjukkan bahwa mereka tak bisa dikalahkan,” ujar pengamat terorisme, Dyno Cresbon. Menurutnya, bom buku yang baru-baru ini meledak di wilayah ibukota juga merupakan pesan kepada kepolisian, bahwa mereka terus bergerak meski Abdullah Sonata akan dikonfrontir sebagai saksi untuk terdakwa Amir Jemaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Baasyir dalam waktu dekat.
Saat ini, pihak kepolisian telah bersungguh-sungguh menangani kasus bom buku yang marak belakangan ini. Namun timbul sebuah pertanyaan, apakah Polri sudah melakukan koordinasi dan mendapat sumbangsih positif dari Badan Intelejen Negara (BIN) dan Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI? Karena jangan sampai masalah terorisme hanya dikerjakan Polri, padahal musuh teroris bukan hanya Polri.
Juga perundang-undangan sudah mengamanatkan bahwa penanggulangan terorisme di Indonesia bukan hanya domain kepolisian. Kenyataan yang ada sekarang adalah ketidakmampuan intelijen mendeteksi aksi teror, sehingga membuat masyarakat cemas dan khawatir.
Ini mengakibatkan muncul berbagai polemik, spekulasi, bahkan isu yang sangat minor bahwa teror bom tersebut sebagai sebuah pengalihan isu yang dilakukan pemerintah terhadap isu yang sedang aktual. Satu hal yang pasti, teror bom sudah sangat mengganggu keamanan dan ketertiban kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan.
Oleh karena itu, sebagai anak bangsa, mari kita bergandengan tangan, meningkatkan kewaspadaan dan menjalin komunikasi yang harmonis diantara sesama warga bangsa, agar negara kita tidak kalah oleh terorisme. Rakyat Indonesia harus bersatu dan menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa kita tidak goyah dan terprovokasi oleh aksi-aksi terorisme.
Tidak lupa, seyogyanya kita juga mengapresiasi kerja aparat intelijen dan kepolisian serta mendorong mereka agar bekerja lebih serius dan lebih cepat lagi dalam menangkap dan membongkar jaringan teroris di Indonesia.
