Awas Aliran Sesat Bernama NII - myzone.okezone.com
Close [x]

Daftar

Awas Aliran Sesat Bernama NII

Posted by Yudi_Prasetyo on Apr 15, 2011 | 0 comments

Sebuah kelompok bernama Negara Islam Indonesia (NII) yang dinyatakan sesat ternyata masih terus mencari mangsa. Mereka terus mencari mangsa untuk direkrut  bergabung. Mangsa yang terjerat masuk kadangkal menghilang tak diketahui keberadaannya oleh keluarga, masih mujur bila ditemukan. Kasus Laila Febriani (26) alias Lian, CPNS Kementerian Perhubungan yang sempat hilang beberapa hari. Lian  masih beruntung, ditemukan dalam keaadan linglung di daerah puncak, berkat laporan warga setempat. Lian diduga direkrut oleh kelompok NII.

Ketua Tim Rehabilitasi NII Crisis Center (NCC) Sukanto, mantan anggota NII menyatakan, lebih dari 1.000 orang menjadi korban pencucian otak aliran menyimpang ini. Modus yang dialami para korban NII ini mirip dengan yang terjadi pada Lian. Gerakan pencucian otak yang dilakukan NII sangat rapi dan terorganisir. Dalam gerakan ini ada struktur layaknya negara. Pemimpin tertinggi atau presiden dalam NII disebut sebagai khalifah atau imam.

Sementara itu, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hasyim Muzadi mengatakan, praktik pencucian otak sangat dilarang dalam ajaran Islam. Karenanya ia meminta agar aparat kepolisian dan keamanan untuk segera memberantas serta serius menyelidiki secara tuntas kasus ini. Sebab hal semacam ini mengingatkan saya akan kejadian sebelum tahun 1965. Ini bisa saja dilakukan oleh kelompok ekstrimis Islam, bisa juga dilakukan kaum atheis tak bertuhan yang menyusup kemana-mana dan mengaduk-adukan dengan agama.

Sebenaranya kasus hilang seseorang setelah mengikuti kelompok NII sudah sering terjadi. Kleompok ini mencari mangsa dengan jalan setiap jamaah diwajibkan mencari satu orang tiap harinya untuk dibawa. Lalu diarahkan agar hijrah dan berbaiat sebagai anggota NII. Karena dengan baiat maka seseorang terhapus dari dosa masa lalu, tersucikan diri, dan menjadi ahli surga. Untuk itu peserta ini harus mengeluarkan shadaqah hijrah yang besarnya tergantung dosa yang dilakukan.

Kita tentunya prihatin dengan keberadaan aliran sesat bernama NII. Meskipun penyebarannya sudah berlangsung lama, namun masalah itu mencuat ke permukaan akhir-akhir ini. Bukan hanya kalangan pekerja, aliran sesat pun berhasil terdoktrin, kalangan terpelajar seperti mahasiswa.

Motifnya pun cukup beragam, bila ditelusuri ternyata antara aliran satu dan lainnya hampir mirip. Mereka membaiat orang yang baru masuk kelompok dan mengharuskan memberikan infaq atau iran yang sifatnya memaksa dan meninggalkan keluraga, karena keluarga yang tidak selairan dengan dianggap kafir.  

Oleh karena itu kepada masyarakat untuk mewaspadainya dan terhindar dari kelompok ini. Kita berharap aparat kepolisian untuk membongkar jaringan kelompok dan jika perlu tangka petolan kelompok ini. Sehingga tidak berlarut-larut menimbulkan keresahan di masyarakat.

Yudi Prasetyo

Jl. Ciliwung, Margonda, Depok, Jawa Barat, yudis.pras@gmail.com

Your Response