Kementerian Lingkungan Hidup Resmikan Bank Sampah dan Kembangkan Eco Pesantren - myzone.okezone.com
Close [x]

Daftar

Kementerian Lingkungan Hidup Resmikan Bank Sampah dan Kembangkan Eco Pesantren

Posted by feri on July 08, 2011 | 0 comments

PACITAN - Kementerian Lingkungan Hidup meresmikan Bank Sampah Pace Sewu yang berlokasi di Jalan Veteran 70 Pacitan dan melakukan silaturahmi di Pondok Pesantren sebagai bagian eco Pesantren di Pondok Pesantren Tremas. Kedua kegiatan itu merupakan bagian dari Kunjungan Kerja Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. DR. Ir. Gusti Muhammad Hatta, MS di Kabupaten Pacitan.

Bank Sampah merupakan salah satu strategi penerapan pemilahan dalam pengelolaan sampah di tingkat masyarakat dengan pola insentif. Pelaksanaan Bank Sampah adalah satu rekayasa sosial (social engineering) untuk mengajak masyarakat memilah sampah. Melalui bank sampah, akhirnya ditemukan satu solusi inovatif untuk memaksa masyarakat memilah sampah.

Dalam program Bank Sampah, masyarakat diajak untuk berpikir bahwa sampah tak ubahnya seperti benda yang memunyai nilai ekonomis dan dapat ditabung. Sehingga, masyarakat, terutama anak-anak akhirnya terdidik untuk menghargai sampah sesuai jenis dan nilainya.

Upaya ini juga bagian salah satu cara untuk memenuhi target pengurangan sampah nasional melalui daur ulang dan pemanfaatan sampah sebesar 7 persen per tahun dapat tercapai. “Sebagai langkah nyata membangun gerakan 3R dalam pengelolaan Sampah, maka Peresmian Bank Sampah di Pacitan tahun 2011 ini harus menjadi momentum awal membina kesadaran kolektif kita untukmemulai memilah sampah, kapanpun dan di manapun agar pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan menjadi budaya baru Indonesia,” kata Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. DR. Gusti Muhammad Hatta MS saat memberikan sambutan peresmian Bank Sampah Pace Sewu di Pacitan.

Sementara itu, upaya pengelolaan dan perlindungan lingkungan juga melibatkan peran serta masyarakat di berbagai lapisan. Pesantren sebagai salah basis pendidikan agama Islam yang merupakan agama yang dianut secara mayoritas oleh masyarakat di Indonesia, diperkirakan jumlahnya sebanyak 17.000 dengan santri sebanyak 4.000.000.
Berkenaan kondisi keberadaan pesantren baik kualitas dan kuantitasnya sangat beragam, ada yang masih tradisional dan ada yang sudah maju. Demikian juga dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang ada. Atas dasar tersebut di atas sejak tahun 2008 Kementerian Lingkungan Hidup mengembangkan Program Eco Pesantren.

Harapannya, potensi pesantren yang sangat besar tersebut dapat ikut berperan aktif dalam pelestarian fungsi lingkungan, pecegahan pencemaran, dan perusakanlingkungan. Bukan hanya di lingkungan pesantren tetapi di masyarakat secara umum.

”Besar harapan saya melalui silaturahmi hari ini akan tumbuh pesan tren peduli dan berbudaya lingkungan, peran aktif dari warga pesantren dalam kelestarian fungsi lingkungan dan ikut mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan,” demikian Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. DR. Ir. Gusti Muhammad Hatta, MS mengatakan dalam sambutannya di dalam acara silaturahmi pondok pesantren yang berlangsung di Pondok Pesantren Tremas, Kabupaten Pacitan. Hadir dalam acara ini Prof. Dr. Achmad Mubarok, MA selaku Ketua Dewan Pembina Konsorsium Pesantren Indonesia (KPI).

Informasi lebih lanjut:
Dra. Masnellyarti Hilman, MSc, Deputi MENLH Bidang Pengelolaan B3, Limbah B3 dan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup. Tel/fax: 021-85904938, email: dirkismo@gmail.com

Ir. IlyasAsaad, Deputi MENLH BidangKomunikasiLingkungandanPemberdayaanMasyarakat.
Telp/Fax : 021-8580087

Your Response