Kapan Lunas Cicilan KTA Standard Chartered? - myzone.okezone.com
Close [x]

Daftar

Kapan Lunas Cicilan KTA Standard Chartered?

Posted by Eki_Widiansyah on Jan 26, 2012 | 0 comments

Saya adalah nasabah kredit tanpa agunan (KTA) Bank Standard Chartered (nomor rekening 30606702668). Berdasarkan surat persetujuan fasilitas kredit (KTA) tertanggal 21 Oktober 2009 telah diberikan fasilitas pinjaman sebesar Rp16 juta kepada saya (Eki Widiansyah) dengan jangka waktu pembayaran 24 bulan, dan cicilan tersebut harus dibayarkan sebelum tanggal 7 di setiap bulannya.
 
Kasus ini bermula sejak beberapa bulan yang lalu tahun 2011 (saya tidak ingat "teror" telepon itu mulai bulan apa), yang pasti pada bulan Juli 2011 saya di hubungi oleh Neti Herlina (standard charter) yang melakukan konfirmasi atas keterlambatan pembayaran saya dan menawarkan "iming-iming" keringanan atas denda keterlambatan tersebut, namun tidak saya setujui karena sebelumnya saya juga sudah pernah dihubungi untuk pembayaran denda keterlambatan sebesar Rp150.000, dan sudah saya bayarkan.

Namun setelah saya kumpulkan struk ATM, saya melihat memang ada dua kali keterlambatan pembayaran namun kondisi telat tersebut pada bulan 11 dan 12 2010, dan setelah berbulan-bulan lamanya saya baru dikonfirmasi atas keterlambatan tersebut. Hal ini jelas merugikan saya karena jika perhitungan dendanya bunga berbunga, mengapa pihak Standard Charter tidak mengingatkan saya di bulan saya telat bayar. Bahkan, dendanya sudah saya bayarkan pada saat itu sebesar hanya Rp150 ribu, sesuai dengan instruksi dari pihak Standard Charter.

Teror telepon tersebut semakin gencar sejak bulan oktober 2011 hingga Januari 2012, sampai telepon ke rumah ibu saya dan mengancam ibu saya, padahal pada saat saya terima telepon dari mereka, berkali-kali saya minta untuk dikirimkan perincian denda late charges saya (bagaimana perhitungan denda saya-bunganya berapa, apakah bunga late charges dihitung setiap hari, atau setiap bulan?) namun mereka selalu bilang mereka tidak dapat memberikan data tersebut (nasabah harus datang ke Standard Charter), yang intinya berapapun nominal yang mereka sebutkan, harus saya bayarkan.

Oleh karena ibu saya yang sudah tua, sudah merasa "depresi" atas teror telepon tersebut, maka pada tanggal 17 Januari 2012 saya datang ke bagian collection di MT Haryono, atas instruksi dari Ajeng (salah satu petugas Standard Charter) dan bertemu dengan Ibu Aca, pada saat itu kembali saya minta untuk diberikan breakdown atas perhitungan denda saya, yang tiba-tiba sudah sebesar Rp2.050.000, dan saya harus membayarkannya tanpa sumber yang jelas. Namun pihak Standard Chartered tidak juga memberikan perician perhitungan denda tersebut.

Akhirnya dengan keringanan yang diberikan mereka, sehingga saya hanya membayar Rp1.225.000, sudah saya bayarkan Rp500.000, dan sisa pembayaran paling lambat tanggal 25 Januari 2012, dengan harapan saya bisa blowup ini di media cetak maupun online.

Eki Widiansyah

Jl Mujaer 6 No 101, Bambu Apus, Pamulang, 087889264265, ekywidi@gmail.com

Your Response