Penipuan Oleh Sales Inextron Colvern - myzone.okezone.com
Close [x]

Daftar

Penipuan Oleh Sales Inextron Colvern

Posted by evan on May 13, 2013 | 0 comments

Pada Tanggal 4 Mei 2013 Sabtu malam jam 7 an kami ke Ciwalk Cihampelas Bandung, sementara istri dan anak sedang menyelesaikan makan malamnya saya berinisiatif mau ke dalam mall duluan untuk melihat toko DVD di lantai LG.

Singkat cerita setelah saya keluar dari toko DVD  untuk kembali menemui keluarga, baru beberapa meter ada seorang sales menghampiri saya dan menawarkan sebuah alarm pintu sebagai pemberian tanpa ditarik biaya, lalu saya terima dengan pikiran yah tinggal terima langsung go rupanya sales itu bilang untuk mampir ke tokonya hanya untuk isi nama dan paraf saja, dan kebetulan tokonya cuma bersebelah dari toko DVD jadi posisi saya memang sudah berada dekat dengan toko mereka.

Akhirnya saya masuk lalu mereka menanyakan nama dan nomor indentitas , sebenarnya nama dan nomor ktp yang saya berikan tidak sesuai aslinya karena saya pikir apa urusannya minta indetitas cuma untuk kasih barang gratisan.  Setelah sedikit ngobrol basa basi yang menurut saya agak garing saya berniat untuk  pergi tapi saya ditawari menarik selembar doorprize oleh sales yang lain. “Tarik saja satu pak.. Lumayan, siapa tahu dapat diskon untuk membeli produk kami.

Untuk menyenangkan hati mereka sebelum saya pergi maka saya tarik satu dari sekitar 7 lembar yang di sodorkan, ternyata saya mendapatkan kompor COLVERN senilai 15 juta. Disitu ada 4 sales dua pria dua wanita lalu mereka seperti kaget dari hasil doorprize tersebut mengatakan saya beruntung sekali karena jenis kompor tersebut adalah produk yang mereka jual.  Biasanya orang lain hanya mendapatkan bonus diskon pembelian sekian persen atau hanya dapat sendok, lalu seolah untuk membuktikan hasil ini sekaligus memastikan apakah ini ada pajak lagi mereka mengatakan ingin menhubungi pusat dan ketika mereka bicara dengan pusat lalu telepon juga di berikan ke saya untuk memverifikasi langsung ke saya ditanyakan apakah benar saya mendapatkan doorprize demikian,  juga orang di telepone meminta verifikasi barcode di lembar doorprize, ada angka-angka dibawah barcode yang mereka tanyakan.

Anehnya dibagian akhir dari beberapa angka tersebut tertulis tulisan istimewa, saya sempat heran dikantor tempat saya kerja urusan penggunaan software barcode adalah tugas saya tapi belum pernah saya liat standar barcode yang ada tulisannya seperti ini apakah mereka menggunakan standar barcode yang lain yang belum pernah saya gunakan. 

Sepanjang mulai dari saya mendapatkan doorprize tersebut tidak hentinya ke empat sales itu menyoraki keberuntungan saya, bahkan dengan definisi istimewa pada barcode tersebut dijelaskan bahwa saya juga mendapatkan voucher 2 juta untuk pembelian produk mereka yang harus di gunakan hari itu juga. Di bagian ini istri saya sudah hadir bersama setelah saya panggil lalu setelah mereka menawarkan beberapa produk promosi yang harus di beli tersebut, ternyata harganya Rp 9.990.000 kelewat mahal buat kami dan saya menolak dengan alasan di luar kemampuan kami juga masih ada tanggung jawab yang harus di selesaikan berkaitan cicilan.  

Keempat sales tersebut tidak hentinya bergantian mempengaruhi kami khususnya pada produt water purifier INEXTRON, saya katakan apakah ada produk dua jutaan lebih disini tapi ternyata tidak ada langsung ke harga Rp 9.990.000 ada satu lagi sedikit lebih murah tapi tidak jelas fungsinya pengsteril air cucian klo ga salah 6 juta ah engga penting bangetlah.

Saya katakan kembali kami tidak akan membeli karena terlalu mahal semuanya. Istri saya  memperhatikan penjelasan mereka dengan hitung hitungan keuntungan seperti tidak perlu beli gas lagi tidak perlu beli air mineral gallon lagi, saya sudah mulai gusar lalu saya keluar kedepan untuk melihat internet dari HP karena di dalam sinyal jelek. 

Selagi browsing tentang produk ini ada ketenangan di pikiran saya karena istri saya tadi juga sudah menjelaskan kalau limit dari kartunya tidak cukup walau si sales senior yang paling getol itu menawarkan beberapa alterntatif seperti menggabungkan beberapa kartu.  Saya masukan keyword “harga kompor colvern” dan setelah melihat beberapa page sempat saya masuk ke http://www.zikri.com/2010/05/28/awas-kena-tipu-kompor-aowa/  tadinya saya pikir tidak ada hubungan karena mereknya beda tapi saya sempatkan baca, lha kok sama banget sih langkah2 nya, kronologinya , tahap-tahapnya, trik salesnya, bisa saya bilang 98% sama, yang membedakan hanya merek produknya. Saya sempatkan masuk ke beberapa link yang di berikan web tersebut dari orang yang telah mengalami nasib serupa. 

Langsung saya telepon istri saya dan bilang bahwa itu penipuan tetapi ternyata telah terjadi pembayaran dengan menggunakan 3 jenis kartu. Saya masuk ke toko tersebut dengan lemas, apakah saya harus marah atau apa bingung sekali, karena begitu cepat dan terburu buru saya mendapatkan info dari web tersebut yang membuat saya sempat bimbang apakah apa yang saya baca dari web itu benar atau memang saya sudah kena tipu.  

Sempat saya kasih baca istri saya artikel web tersebut dan saya berikan juga HP saya ke sales tersebut sempat di bacanya dan mengelak bahwa product nya berbeda lalu menunjukan cabang dan no telepon juga video di tampilkan sebagai bukti, saat itu muka saya sudah tanpa senyum.  Sepertinya melihat gelagat saya begitu mereka memanggil seseorang  berbadan seperti sekuriti tapi bukan sekuriti mall. Saya simpulkan demikian karena dari sejak awal sampai saya menunjukan kecurigaan tidak ada orang lain selain 4 orang sales itu, mungkin mereka khawatir saya ngamuk disitu, bapak itu duduk di ruang belakang dan terus memperhatikan saya.  

Akhir cerita barang kami bawa di antar dua sales pria untuk bantu angkat barang, sesampai di mobil setelah kedua orang itu pergi saya dan istri memperhatikan barang tersebut dan bingung melongo kalau kami baru saja membeli barang seharga 9.990.000, sesuatu yang tidak sedang kami butuhkan saat ini.

Ada 30 menit kami di parkiran terdiam seperti tidak percaya kalau kami telah melakukan transaksi ini, sebenarnya nilai yang keluar Rp 10.990.000  dikarenakan ada kesalahan input salesnya di mesin kartu walau mereka mengakui ini kesalahan mereka dan kami diminta untuk datang hari senin untuk mengambil kelebihan 1 juta nya, hal ini apalagi maksudnya?  apakah benar kesalahan input atau rencana jahat lainnya.  

Hal lain yang merupakan kebohongan iHome adalah: mereka mengatakan bahwa uang sejumlah 9.990.000 yang istri saya bayarkan melaui kartu kredit istri saya tersebut akan dijadikan cicilan tetap selama 3 tahun, tanpa saya harus menelepon pihak bank lagi, karena mereka sudah ada kerja sama. Namun esok harinya pada waktu istri saya konfirmasi lagi dengan pihak bank, ternyata pembayaran tersebut " TIDAK " ada dijadikan cicilan tetap, melainkan jadi 1 transaksi yang harus dibayar pada tanggal jatuh tempo berikutnya.  

Ada banyak hal detail lagi yang tidak dapat saya sebutkan disini misal undian berhadiah mobil dan lainya, setelah saya dan istri saya browsing tentang kasus seperti ini menggunakan keyword INEXTRON ternyata kami jelas adalah korban kesekian kalinya, dan didalam setiap artikel tersebut ternyata banyak sekali komentar yang rupanya mereka telah mengalami hal serupa hanya tidak tahu harus berbuat apa. http://myzone.okezone.com/content/read/2010/02/24/972/ http://www1.kompas.com/suratpembaca/read/16529 http://momento.mataku.com/blog/2011/12/15/inextron-penipuan-berkedok-trik-marketing-2/ banyak lagi link seperti ini, tidak sulit mencarinya, jangan bilang "kok internet dipercaya", sudahlah pengalaman membuat saya dapat membedakan antara hoax, fitnah, palsu dan tulisan yang berasal dari hati maupun pengalaman.  

Huft.. rencana jangka pendek kami seperti mereparasi rumah hilang di benak, malamnya kami sulit tidur, paginya browsing sambil membuat tulisan ini. Barang-barang yang diberikan semuanya tidak kami buka sama sekali, bahkan tidak kami turunkan dari bagasi mobil.    

Tulisan diatas saya buat Minggu pagi 5 Mei 2013 sehari setelah kejadian tersebut  saya kembali menuliskan di bawah ini Senin 6 Mei 2013 . Setelah saya dan istri terus sharing dan telah melihat begitu banyaknya sumber informasi yang telah kami dapatkan dari kasus seperti ini bahkan ada beberapa sumber kami telepon, tadinya kami berniat untuk datang hari senin sesuai janjian dengan sales iHOME untuk mengambil kelebihan 1 juta dengan maksud setelah uang 1 juta kembali lalu kami langsung komplain dan mengembalikan barang yang telah kami terima tanpa terbuka sedikitpun semenjak dari toko karena barang itu kami biarkan tetap di dalam bagasi mobil, tetapi kami berubah pikiran!.

Hari itu juga minggu siangnya sehari setelah pembelian itu kami memutuskan untuk datang ke iHOME Cihampelas Walk untuk mengembalikan semua barang tersebut ke iHOME , dan sesampai di sana kami langsung memberikan semua barang tersebut lalu istri sayalah yang masuk untuk bicara kepada mereka sementara saya tidak ikut masuk karena istri takut saya mengamuk di sana.   Sebelumnya kami sudah menyiapkan semua surat-surat termasuk Surat komplain yang berisi semua daftar barang beserta nomor surat jalan dan juga lampiran dalam bentuk tulisan di atas, kopian dari itu semua juga kami berikan ke bagian informasi Ciwalk yang hanya berjarak sekitar 10 mtr dari iHOME.

Saat istri saya masih bicara di dalam iHOME saya sempat bicara kebagian informasi Ciwalk kalau saya sedang bermasalah dengan toko itu sambil menunjuk ke iHOME, saya katakan istri saya masih di dalam dan bila selesai akan kami berikan kopian komplain saya ke information. Saya juga menunjuk ke arah barang yang kami kembalikan itu pada bagian informasi, sambil menunggu di bagian information sempat berfikir iHOME ini posisinya sangat paling depan dekat pintu masuk, hanya berjarak dua toko dari bagian information di lantai LG, kasian sekali Ciwalk dibagian mukanya di hiasi dengan toko seperti ini.

Pengunjung yang akan masuk Ciwalk Mall akan memiliki resiko masuk dalam jebakan ini.  Dengan di kembalikan barang tersebut artinya kami memiliki tanggung jawab pelunasan Rp 10.990.000 murni. Bila pihak iHOME / COLVERN tidak menerima komplain kami.   Modus jahat marketing mereka berdasarkan pengalaman saya dan juga dari sumber lain yang memang tahapnya persis sama :

  1. Menawarkan pemberian gratis dengan alasan promosi kepada pengunjung yang lewat dengan sesuatu yang sulit di tolak (agak keliatan mahal) dalam kasus saya adalah alarm pintu.
  2. Setelah di terima korban maka Sales akan minta nama dan paraf, intinya agar korban masuk toko dulu.
  3. Setelah masuk dalam toko Sales senior sudah siap dengan basa basinya dengan tujuan masuk dulu dalam hati si korban.
  4. Saat korban hendak pamit maka sales lain sudah siap untuk memberikan beberapa amplop doorprize untuk di pilih. ( dijamin isin semua voucher sama! yaitu hadiah istimewa)
  5. Setelah dikatakan bahwa korban mendapat hadiah istimewa maka para sales pura pura terkejut seperti tidak percaya, sampai konfirmasi ke pusat segala
  6. Mereka terus bersorak tiada henti membuat korban merasa begitu beruntungnya, bilang "ajak ajak makan dong, traktir ya" dan sebagainya pokoknya heboh banget.
  7. Menjelaskan selain hadian utama itu korban juga mendapat voucer pembelian yang tak kalah fantastis yang harus di gunakan pada hari itu juga bila ingin membawa hadiah istimewa tersebut. 
  8. Para sales terus bergantian tanpa henti mempengaruhi korban untuk membeli membuat korban sulit berfikir tenang, sales terus bilang kesempatan ini sayang sekali kalau di lewatkan.
  9. Bahkan bila kartu tidak ada limit pun mereka akan memberikan alternatif, dengan menggabungkan beberapa kartu atau berupa DP
  10. Bila terjadi penolakan dari korban maka mimik muka mereka akan berubah drastis (sumber lain bahkan ada yang mengatakan sampe berubah emosi)              

 

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Surat Tanggapan Penyelesaian :

 

Ucapan terima kasih kepada pihak Colvern, Jakarta,

Atas komplain kami yang telah kami tujukan kepada pihak COLVERN (Inextron), kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Alvared Pasaribu, selaku Manager CSO Colvern di Jakarta,  karena telah membantu memberikan solusi yang memuaskan kepada kami. Penyelesaian komplain dilakukan setelah kedua belah pihak (kami dan pihak Colvern-yg diwakili oleh Bapak Alvared Pasaribu bertemu di kantor Service Center Colvern, Jl. Letjend Suprapto, Komp. Graha Cempaka Mas Blok D No.31, Jakarta Pusat.

Evan Ramos

Jalan Terong, Nomor 28, Rt/Rw 004/009, Malabar, Kecamatan Lengkong, ,0262, Bandung, Jawa Barat, vanvoyager@gmail.com, 02270083xxx,

Your Response